Indonesia: BI Turunkan Suku Bunga Lebih Lanjut – UOB
Enrico Tanuwidjaja, Ekonom di Grup UOB, dan Haris Handy, mengkaji keputusan Bank Indonesia (BI) baru-baru ini untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25bps.
Kutipan Utama
“Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 4,00% pada pertemuan kebijakan moneter (MPC) Juli 2020, yang sejalan dengan ekspektasi dan perkiraan konsensus kami. Langkah ini dilakukan setelah Indonesia mencatat inflasi 1,96% y/y di bulan Juni (inflasi terendah dalam hampir dua dekade sejak Juni 2000 sebesar 2,04%), karena permintaan yang rendah yang disebabkan oleh pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial selama pandemi COVID-19. BI menegaskan bahwa langkah ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, menjaga stabilitas eksternal, dan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah percabangan negatif COVID-19. BI juga menurunkan suku bunga Fasilitas Simpanan sebesar 25bps menjadi 3,25%, serta suku bunga Fasilitas Pinjaman menjadi 4,75%.”
“Kebijakan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan pelonggaran likuiditas (“pelonggaran kuantitatif”) akan berlanjut. Selain itu, BI akan lebih fokus pada penguatan sinergi ekspansi moneter dengan mempercepat stimulus fiskal Pemerintah."
“Ke depan, kami masih melihat ruang untuk pemotongan 25bps terakhir pada Kuartal 4 2020, membawa suku bunga repo cadangan 7 hari ke level yang lebih rendah pada 3,75%. Di balik permintaan domestik yang jauh lebih rendah di Kuartal 2 2020 (yang tercermin dari rekor penurunan impor pada Mei di -42,2% y/y), kami merevisi perkiraan PDB kami menjadi 0,9% pada 2020 (dari sebelumnya 2,0%). Selain itu, kami masih berharap BI tetap akomodatif; memastikan pemulihan di pasar domestik Indonesia dan ekonomi secara keseluruhan menjadi bijaksana dan berkelanjutan saat kekhawatiran pandemi menghilang."