29 Sep 2017
Moody's: Pengebor AS Tidak Akan Hasilkan Pengembalian Yang 'Berarti' Kecuali Minyak Tetap Di Atas $50/bbl
FXStreet - Analis Moody's mengatakan dalam sebuah catatan penelitian baru, seperti dikutip oleh CNBC, pengebor AS perlu harga minyak untuk tetap di atas $50 per barel dan harga gas alam di atas $3 per mmBtu untuk mendapatkan pengembalian modal yang signifikan.
Poin Utama:
"Moody's percaya akan sulit bagi pengebor untuk memangkas biaya lebih dalam, dan pengurangan apapun akan diimbangi oleh rebound harga yang diminta oleh perusahaan jasa ladang minyak.
Oleh karena itu, pengebor tidak akan dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan atas modal yang mereka tanam ke produksi baru kecuali jika harga minyak mentah West Texas Intermediate dan gas mentah AS ditandatangani.
Laporan tersebut juga sejalan dengan pembaruan fokus pada disiplin keuangan mengenai pertumbuhan yang didorong utang di antara produsen A.S., yang secara luas diungkapkan dalam laporan pendapatan kuartal kedua.
Analis senior Moody's Sreedhar Kona menyimpulkan dalam laporan tersebut, "Meskipun memiliki struktur biaya yang jauh lebih baik, perusahaan E&P akan dapat menghasilkan efisiensi modal yang berarti, hanya jika harga minyak WTI di atas $50 per bbl dan harga gas alam Henry Hub setidaknya $3,00 per" juta British thermal units."
Moody's mendasarkan temuannya pada sebuah studi terhadap 37 pengebor A.S.. Studi mempelajari margin kas operasi mereka dan biaya mereka untuk menemukan dan mengembangkan bahan bakar fosil untuk menentukan efisiensi modal."
Poin Utama:
"Moody's percaya akan sulit bagi pengebor untuk memangkas biaya lebih dalam, dan pengurangan apapun akan diimbangi oleh rebound harga yang diminta oleh perusahaan jasa ladang minyak.
Oleh karena itu, pengebor tidak akan dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan atas modal yang mereka tanam ke produksi baru kecuali jika harga minyak mentah West Texas Intermediate dan gas mentah AS ditandatangani.
Laporan tersebut juga sejalan dengan pembaruan fokus pada disiplin keuangan mengenai pertumbuhan yang didorong utang di antara produsen A.S., yang secara luas diungkapkan dalam laporan pendapatan kuartal kedua.
Analis senior Moody's Sreedhar Kona menyimpulkan dalam laporan tersebut, "Meskipun memiliki struktur biaya yang jauh lebih baik, perusahaan E&P akan dapat menghasilkan efisiensi modal yang berarti, hanya jika harga minyak WTI di atas $50 per bbl dan harga gas alam Henry Hub setidaknya $3,00 per" juta British thermal units."
Moody's mendasarkan temuannya pada sebuah studi terhadap 37 pengebor A.S.. Studi mempelajari margin kas operasi mereka dan biaya mereka untuk menemukan dan mengembangkan bahan bakar fosil untuk menentukan efisiensi modal."