12 Feb 2016
Komoditas: Emas Melonjak Sementara Minyak Tumbang - ANZ
FXStreet - Tim riset ANZ, merinci perkembangan terakhir di pasar komoditas.
Kutipan penting
"Harga minyak mentah melemah. Harga WTI menguji tingkat USD 26/bbl selama sesi intraday. Kekhawatiran di sekitar meningkatnya stok minyak mentah AS telah menyebabkan pelebaran spread antara Brent dan WTI. Persediaan di Cushing, titik pengiriman untuk WTI berjangka, naik ke 64,7 juta bbl, tingkat tertinggi pada catatan (kembali ke 2004). Komentar dari Menteri Energi UEA bahwa OPEC bersedia bekerja sama pada pengurangan produksi memiliki dampak yang kecil. Kami melihat ini sebagai jawboning lebih lanjut, dengan kemungkinan respon yang terkoordinasi pada pemotongan pasokan sangat rendah.
Logam dasar dan mulia beragam. Prospek Fed yang dovish telah mendorong harga emas ke tertinggi satu tahun. Namun sentimen risk-off yang diresapi pasar semalam melihat dorongan penjualan emas di atas USD1,260/ons di tengah meningkatnya pembelian safe haven, menjadikannya komoditas berkinerja terbaik pada tahun 2016. Logam dasar mengalami gelombang sentimen risk-off, karena merosot nyapasar ekuitas. Nikel dijual, jatuh ke level terendah sejak April 2003, sementara tembaga naik relatif baik karena penurunan lain persediaan di LME.
Harga bijih besi melemah. Naiknya kargo bijih besi dari eksportir utama menunjukkan pasokan cepat kembali normal. Kami percaya produsen baja China memiliki sedikit insentif untuk membeli bijih besi di atas USD 45/t, dengan mayoritas industri baja masih merugi. Indeks profitabilitas blast furnace masih diperdagangkan di wilayah negatif.
Pasar Agri beragam. Harga kedelai menguat, didukung oleh lemahnya USD. Data USDA yang dirilis minggu ini menunjukkan ekspor kedelai AS rebound. Namun, lemahnya real Brasil (BRL) melihat gula jatuh tajam. Peningkatan penawaran pada lelang di Brazil juga menekan harga."
Kutipan penting
"Harga minyak mentah melemah. Harga WTI menguji tingkat USD 26/bbl selama sesi intraday. Kekhawatiran di sekitar meningkatnya stok minyak mentah AS telah menyebabkan pelebaran spread antara Brent dan WTI. Persediaan di Cushing, titik pengiriman untuk WTI berjangka, naik ke 64,7 juta bbl, tingkat tertinggi pada catatan (kembali ke 2004). Komentar dari Menteri Energi UEA bahwa OPEC bersedia bekerja sama pada pengurangan produksi memiliki dampak yang kecil. Kami melihat ini sebagai jawboning lebih lanjut, dengan kemungkinan respon yang terkoordinasi pada pemotongan pasokan sangat rendah.
Logam dasar dan mulia beragam. Prospek Fed yang dovish telah mendorong harga emas ke tertinggi satu tahun. Namun sentimen risk-off yang diresapi pasar semalam melihat dorongan penjualan emas di atas USD1,260/ons di tengah meningkatnya pembelian safe haven, menjadikannya komoditas berkinerja terbaik pada tahun 2016. Logam dasar mengalami gelombang sentimen risk-off, karena merosot nyapasar ekuitas. Nikel dijual, jatuh ke level terendah sejak April 2003, sementara tembaga naik relatif baik karena penurunan lain persediaan di LME.
Harga bijih besi melemah. Naiknya kargo bijih besi dari eksportir utama menunjukkan pasokan cepat kembali normal. Kami percaya produsen baja China memiliki sedikit insentif untuk membeli bijih besi di atas USD 45/t, dengan mayoritas industri baja masih merugi. Indeks profitabilitas blast furnace masih diperdagangkan di wilayah negatif.
Pasar Agri beragam. Harga kedelai menguat, didukung oleh lemahnya USD. Data USDA yang dirilis minggu ini menunjukkan ekspor kedelai AS rebound. Namun, lemahnya real Brasil (BRL) melihat gula jatuh tajam. Peningkatan penawaran pada lelang di Brazil juga menekan harga."