Euro turun terhadap Pound Inggris menyusul data Penjualan Ritel Inggris, data Harga Produsen Jerman

  • Pound Inggris menguat setelah Penjualan Ritel Inggris bulan Agustus melampaui ekspektasi dengan kenaikan bulanan 0,5%.
  • Indeks Harga Produsen Jerman yang tinggi gagal mengimbangi momentum belanja konsumen yang lebih kuat di Inggris.
  • Harga produsen Jerman tumbuh 4,6% YoY pada bulan Agustus, menandai lima bulan inflasi dan kenaikan tercepat sejak April 2023.

EUR/GBP bergerak sedikit lebih rendah setelah tiga hari kenaikan, diperdagangkan di sekitar 0,8590 selama sesi perdagangan Asia pada hari Jumat. Pasangan mata uang ini menghadapi tekanan turun karena Pound Inggris (GBP) mendapatkan momentum menyusul data Penjualan Ritel Inggris (UK) yang lebih kuat dari prakiraan.

Menurut Kantor Statistik Nasional Inggris, Penjualan Ritel naik 0,5% month-over-month (MoM) pada bulan Agustus, berhasil rebound dari penurunan 0,5% yang sama pada bulan Juli dan jauh melampaui prakiraan pasar untuk penurunan 0,2%. Secara tahunan, Penjualan Ritel melonjak 2,4%, melampaui tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan sebesar 1,9% dan angka bulan sebelumnya yang direvisi turun menjadi 1,2%.

Sementara itu, data ekonomi dari Jerman menyoroti meningkatnya tekanan inflasi grosir. Harga produsen Jerman naik 4,6% tahun-ke-tahun pada bulan Agustus, melampaui estimasi konsensus 4,1% dan berakselerasi dari kenaikan 3,0% pada bulan Juli. Ini menandai bulan kelima berturut-turut inflasi harga produsen dan laju tahunan tercepat yang tercatat sejak April 2023. Secara bulanan, harga produsen naik 1,1%, menyamai laju bulan Juli untuk mempertahankan ekspansi tercepat dalam tiga bulan, sekaligus jauh melampaui kenaikan 0,4% yang diprakirakan para analis.

Industri Zona Euro menunjukkan pemulihan yang tangguh meski menghadapi hambatan global

Para ekonom ING menyoroti bahwa, setelah awal tahun yang lemah, "produksi industri zona euro tumbuh selama empat bulan berturut-turut meskipun ada krisis Timur Tengah dan harga energi yang lebih tinggi." Mereka berpendapat bahwa rebound ini ditopang oleh "dorongan dari keunggulan komparatif relatif industri Eropa atas Asia," yang "telah membantu pemulihan produksi yang secara mengejutkan tangguh." Selain itu, ING mencatat bahwa "upaya belanja pertahanan tambahan membantu sektor manufaktur tertentu secara lebih struktural," memperkuat perbaikan output di samping tanda-tanda ketahanan sebelumnya pada barang modal dan energi serta kenaikan awal dalam sentimen manufaktur.

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Bln/Bln)

Data Penjualan Ritel, yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional setiap bulan, mengukur volume penjualan barang oleh pengecer di Inggris Raya secara langsung kepada konsumen akhir. Perubahan dalam Penjualan Ritel diikuti secara luas sebagai indikator pengeluaran konsumen. Perubahan persentase mencerminkan tingkat perubahan dalam penjualan tersebut, dengan pembacaan YoY membandingkan volume penjualan pada bulan referensi dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Pound Sterling (GBP), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Sep 18, 2026 06.00

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 0.5%

Konsensus: -0.2%

Sebelumnya: -0.5%

Sumber: Office for National Statistics

Pound Inggris Merana di Terendah 7 Pekan meskipun Data Penjualan Ritel Inggris Cerah

Pound Inggris (GBP) naik tipis terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat, menyusul kenaikan tak terduga dalam Penjualan Ritel Inggris.
Leer más Previous

Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Menguat ke Dekat US$66,80 di Tengah Koreksi Harga Minyak dan Imbal Hasil AS

Harga Perak (XAG/USD) melanjutkan kenaikannya pada hari Jumat, diperdagangkan 2,26% lebih tinggi di sekitar 66,80 selama sesi Eropa. Logam putih ini menguat karena koreksi pada harga minyak dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Leer más Next