Emas Antam 17 September Rp2.598.000, Naik Rp5.000

Emas 1 gram Antam dijual di harga dasar Rp2.598.000 yang naik Rp5.000 dari harga kemarin di Rp2.593.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu, Emas Antam 0,5 gram dijual di harga dasar Rp1.349.000 dan 1 kg di Rp2.538.600.000.

Kenaikan harga yang disebutkan di atas mengekor harga Emas dunia (XAU/USD) yang naik lebih dari 1% di area US$4.300 di perdagangan sesi Asia Kamis ini sekaligus memulihkan penurunan kemarin, meskipun masih di bawah tertinggi harian Rabu. Emas ditutup turun 0,70% di US$4.263 per troy ons kemarin menyusul keputusan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan 25 bp ke kisaran 3,75% hingga 4,0%, seperti prakiraan.

Tidak banyak data dalam kalender ekonomi AS yang dapat memengaruhi pergerakan harga Emas dalam jangka pendek. Data Klaim Tunjangan Pengangguran, Survei Manufaktur The Fed Philadelphia, dan data Perumahan menjadi data yang paling menonjol hari ini. Pasar diprakirakan masih mencerna keputusan suku bunga serta konfrensi pers Ketua The Fed untuk menilai keputusan kebijakan bank sentral ke depan.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Dolar Australia Mempertahankan Kenaikan di Dekat 0,7100 meskipun The Fed Menaikkan Suku Bunga, IMF Mendesak RBA untuk Tetap Hawkish

Pasangan mata uang AUD/USD menguat ke sekitar 0,7090 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Para pedagang terus menilai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan komentar-komentar Presiden AS Donald Trump. Data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS akan dipublikasikan pada hari Kamis nanti.
مزید پڑھیں Previous

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memberi tahu Ketua The Fed untuk 'lakukan apa yang Anda inginkan' menjelang kenaikan suku bunga

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia menasihati Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh untuk memberikan suara mendukung kenaikan suku bunga karena para pengambil kebijakan The Fed lainnya diprakirakan akan memilih demikian juga, lapor Washington Post pada hari Rabu.
مزید پڑھیں Next