Prakiraan Harga AUD/USD: EMA 20 Hari yang Meningkat Mendukung Kenaikan Lebih Lanjut

  • AUD/USD melemah ke dekat 0,7164 saat Dolar AS menguat.
  • PMI Manufaktur ISM AS, Lowongan Pekerjaan JOLTS, dan data PDB Kuartal II Australia dinantikan.
  • RBA diprakirakan akan memberikan kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Dolar Australia (AUD) diperdagangkan sedikit lebih rendah di sekitar 0,7164 terhadap Dolar AS (USD) selama sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa. Aussie melemah saat Dolar AS menguat akibat melonjaknya imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) di tengah naiknya harga minyak karena konflik Timur Tengah yang kembali memanas.

Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan sedikit lebih tinggi ke dekat 99,50. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi baru 19 bulan di 4,78% dan mendekati level tertinggi multi-tahun di 4,81%.

Di dalam negeri, data PMI Manufaktur ISM AS untuk bulan Agustus dan data Lowongan Pekerjaan JOLTS untuk bulan Juli menjadi sorotan, yang akan dipublikasikan pada 14:00 GMT (21:00 WIB).

Di Australia, investor menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II, yang akan dirilis pada hari Rabu.

Pertumbuhan Australia diperkirakan melambat saat RBA menghadapi spekulasi kenaikan suku bunga yang kembali muncul

Para analis di tim riset Asia-Pasifik ING memprakirakan pertumbuhan PDB Australia akan melambat menjadi "1,8% YoY di Kuartal II," dengan mengutip "kelemahan yang berlanjut di sektor perumahan – termasuk penurunan harga rumah – dan investasi residensial yang lebih lemah." Mereka mencatat bahwa rilis mendatang akan "diawasi ketat menyusul kejutan ke atas pada inflasi bulan Juli, yang membuat pasar memperhitungkan probabilitas yang lebih tinggi untuk kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia lagi." Namun, meskipun ekspektasi pasar bergeser, ING mengatakan pihaknya "tetap cenderung pada pandangan bahwa RBA akan tetap menahan suku bunga."

Analisis Teknis AUD/USD

AUD/USD diperdagangkan di 0,7164, mempertahankan bias bullish jangka pendek karena harga spot bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 periode di 0,7118. Posisi pasangan mata uang ini di atas EMA jangka pendek tersebut menunjukkan bahwa permintaan yang mendasarinya tetap konstruktif, sementara Relative Strength Index (14) di 63,09 tetap berada di wilayah positif tanpa mencapai kondisi jenuh beli, mengisyaratkan bahwa para pembeli masih memiliki ruang untuk memperpanjang kenaikan.

Di sisi bawah, support terdekat berada di EMA 20 hari di 0,7118, yang merupakan garis pertahanan pertama jika terjadi pullback. Jika melihat ke atas, pasangan mata uang ini menargetkan untuk memperpanjang kenaikan menuju level tertinggi empat tahun di 0,7278.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Indikator Ekonomi

Produk Domestik Bruto (Thn/Thn)

Produk Domestik Bruto (PDB), yang dirilis oleh Biro Statistik Australia setiap triwulan, adalah ukuran nilai total semua barang dan jasa yang diproduksi di Australia selama periode tertentu. PDB dianggap sebagai ukuran utama aktivitas ekonomi Australia. Pembacaan YoY membandingkan aktivitas ekonomi pada triwulan acuan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Secara umum, kenaikan indikator ini bersifat bullish bagi Dolar Australia (AUD), sementara pembacaan yang rendah dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Sep 02, 2026 01.30

Frekuensi: Kuartalan

Konsensus: 1.8%

Sebelumnya: 2.5%

Sumber: Australian Bureau of Statistics

Biro Statistik Australia (ABS) merilis Produk Domestik Bruto (PDB) setiap triwulan. Data ini dipublikasikan sekitar 65 hari setelah triwulan berakhir. Indikator ini diawasi ketat karena menggambarkan gambaran penting bagi perekonomian. Pasar tenaga kerja yang kuat, kenaikan upah, dan data belanja modal swasta yang meningkat sangat penting bagi peningkatan kinerja ekonomi negara, yang pada gilirannya berdampak pada keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Australia (RBA) dan dolar Australia. Angka aktual yang mengalahkan estimasi dianggap sebagai bullish AUD karena dapat mendorong RBA untuk memperketat kebijakan moneternya.

Minyak Brent: Geopolitik menunda pemulihan pasokan – OCBC

Ahli strategi OCBC Sim Moh Siong dan Christopher Wong menaikkan prakiraan Brent akhir 2026 menjadi USD 80/barel dari USD 75/barel karena gangguan pasokan di Timur Tengah terbukti lebih berkepanjangan. Mereka mencatat penurunan persediaan, kenaikan biaya transportasi, dan munculnya kekurangan solar sebagai kendala utama
مزید پڑھیں Previous

Yen Jepang: Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ membentuk Valas – MUFG

Michael Wan di MUFG mencatat masih berlanjutnya disparitas di Valas Asia, dengan USD/JPY diperdagangkan sedikit di bawah 160. NHK melaporkan pejabat AS mendesak Jepang untuk menaikkan suku bunga, sementara pasar sudah memprakirakan peluang 92% untuk kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada bulan September
مزید پڑھیں Next