IDR: Pembatasan Valas dan Dukungan Obligasi untuk Menstabilkan Mata Uang – DBS

Radhika Rao dari DBS Group Research menyoroti langkah terbaru Bank Indonesia untuk mengelola volatilitas Valas dan mendukung Rupiah Indonesia. Bank sentral telah memperketat ambang batas dokumentasi untuk pembelian Dolar, melanjutkan pembelian obligasi dan memungkinkan dealer terpilih mengakses NDF offshore. Risiko pembatasan Valas lebih lanjut diperkirakan akan berkurang jika gencatan senjata AS–Iran menstabilkan mata uang regional.

Bank Indonesia memperketat akses Valas

"Sebagai bagian dari agenda tujuh langkah, Bank Indonesia memperketat batas pembelian mata uang asing tanpa dokumen pendukung menjadi $25 Ribu dari batas bulanan $50 Ribu, setelah tindakan serupa bulan lalu."

"Langkah BI untuk lebih memperketat ambang batas Valas bertujuan untuk menyelaraskan permintaan Dolar AS dan memastikan pembelian terkait dengan kebutuhan mendasar yang nyata, bukan aktivitas spekulatif."

"Langkah lain termasuk rencana untuk melanjutkan pembelian obligasi (pembelian IDR 123 Triliun tahun berjalan) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan."

"Selain kehadiran intervensi yang kuat, imbal hasil SRBI yang menarik juga telah menarik investor offshore dalam beberapa minggu terakhir."

"Risiko pembatasan/ langkah Valas tambahan akan berkurang jika gencatan senjata AS-Iran memberikan jeda bagi mata uang regional."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)

Minyak Mentah Merangkak Kembali Saat Blokade Hormuz Bertahan Melebihi Harapan Kesepakatan

Pasar Minyak Mentah melakukan pembalikan tajam dalam perdagangan harian pada hari Kamis, dengan kontrak berjangka WTI sempat menyentuh level terendah di bawah $90 per barel sebelum kembali naik di atas $93, sementara Brent turun menuju $95 sebelum pulih untuk merebut kembali level $100
Baca selengkapnya Previous

EUR/USD mundur dari tertinggi dalam perdagangan harian saat harga Minyak pulih akibat ketegangan di Hormuz

EUR/USD melemah dari level tertinggi dalam perdagangan harian pada hari Kamis seiring perkembangan geopolitik yang terus berubah terkait ketegangan di Timur Tengah membantu Dolar AS (USD) dan harga Minyak memulihkan sebagian kerugian setelah pelemahan baru-baru ini
Baca selengkapnya Next